Menurut Tatu, Pokphand akan memberikan bantuan selama tiga bulan secara bertahap per dua pekan, dengan jumlah bantuan sebanyak 3,95 ton hingga 4 ton.

“Bantuan ini diberikan kurang lebih untuk 2.155 orang di sembilan kecamatan sesuai target Pokphand,” ujar Tatu.

Diketahui, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting Kabupaten Serang tahun 2020 sebanyak 39,4 persen, kemudian turun pada 2021 menjadi 27,2 persen. Setelah itu,turun kembali pada 2022 menjadi 26,4 persen.

“Tahun depan, target nasional di 14 persen. Ini tentunya tugas yang cukup berat buat kita, sehingga dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak,“ ujar Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten ini.

Menurut Tatu, bantuan telur ini rutin diberikan kepada masyarakat dalam rangka menurunkan angka stunting.

“Kita fokuskan bantuan untuk anak gizi buruk dan ibu hamil kurang gizi. Bantuan ini bukan hanya berefek terhadap pemenuhan protein, tapi juga penurunan stunting. Kami berterima kasih terhadap Pokphand, dan semoga menjadi contoh bagi perusahaan lain,“ ujarnya.

Koordinator CSR PT Charoen Pokphand Bambang Setiawan mengatakan, penyaluran bantuan telur gratis akan dilaksanakan pada Desember 2023 hingga Februari 2024.

Sebab saat ini, kata dia, stoknya masih dalam proses starting atau produksi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini