Sedangkan untuk korban jiwa atas nama Anasya Dafira Sari, lanjut Atang, meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang yang berada di halaman rumah mereka.
“Pohon tumbang yang menimpa bagian atas rumah membuat bangunan tersebut ambrol, dan akibat terkena reruntuhannya itu korban pun meninggal dunia,” katanya.
Selain ada korban jiwa, lanjut Atang, bencana angin kencang juga telah mengakibatkan korban luka. Salah satu korbannya bernama Enung, pengasuh Anasya Dafira Sari yang meninggal dunia.
“Jadi, selain mengakibatkan kerugian materi, bencana angin kencang yang terjadi Kamis sore itu juga telah menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.
Atang menerangkan, tititk lokasi yang sempat terkena angin kencang di Pandeglang, yakni di kantor Kecamatan Karangtanjung, Gedung Disperindagpas, kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Koroncong, dan di Kampung Cilogang, Desa Sertajasa.
Kemudian juga, kata dia, di Komplek Bugenvil Kabupaten Pandeglang, Jalur Lintas AMD Timur, Kadu Pereng, Kelurahan Cigadung, di Perumahan Greenvaley, Blok F, Kampung Beunying, RT/RW 04 RW 01 Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari dab du Rumah Jompo Dinas Sosial (Dinsos).
“Kami berharap, masyarakat tetap waspada terkait dengan ancaman bencana angin kencang ini. Sebab, berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca serupa akan kembali terjadi,” ujarnya.***



















































