
PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Komisi X DPR RI menggelar Focus Group Discussion pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026, bertempat di Aula Hotel Horison Pandeglang Banten, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini sengaja digelar, bertujuan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat terkait dengan berbagai hal demi kemajuan perekonomian masyarakat.
Hadir dalam acara ini, Inspektur II BPS RI Septiana Tri Setiowati, anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa, Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana, dan Kepala BPS Pandeglang R. Achmad Widijanto.
Bukan hanya itu, hadir pula ibu-ibu pelaku usaha kecil perwakilan Kecamatan Majasari, Karangtanjung, Pandeglang dan Kecamatan Cadasari.
Inspektur II BPS RI Septiana Tri Setiowati dalam sambutannya, menyebutkan, jika pelaksanaan sensus ekonomi telah dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia pada beberapa bulan lalu, tepatnya bulan Juni 2026, termasuk di Kabupaten Pandeglang.
“Sebanyak 1672 petugas sensus ekonomi sudah turun ke Pandeglang, melakukan pendataan kepada warga yang berstatus sebagai pelaku usaha atau pelaku UMKM,” katanya.
Septiana Tri mengatakan, bahwa tujuan sensus ekonomi tersebut adalah menyediakan informasi struktur ekonomi, karakteristik usaha serta menyediakan informasi ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.
“Kami berharap masyarakat turut serta menyukseskan program ini,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menyampaikan, apresiasi atas di selenggarakannya FGD pelaksanaan sensus ekonomi di Kabupaten Pandeglang.
“Alhamdulillah, hari ini saya sebagai anggota Komisi X DPR RI yang bermitra dengan BPS RI dapat melaksanakan kegiatan Forum Group Discussion dalam rangka memperkuat pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026,” katanya.
Adde Rosi membenarkan, sensus ekonomi yang dilakukan BPS telah dilaksanakan dari bulan Juni, dan ditarget selesai pada bulan Agustus ini.
“Saya berharap dengan kegiatan sensus ini petugas bisa melihat langsung bagaimana para pelaku-pelaku usaha yang ada di Pandeglang menjalankan roda usahanya,” ujarnya.
“Melalui kegiatan ini petugas sensus juga dapat mencatat bagaimana pelaku UMKM mendapatkan modal, keuntungan dan juga mengetahui biaya pengeluarannya. Nanti hasil dari data yang dicatat, disampaikan ke DPR RI dan diberikan kepada pemerintah,” sambungnya.
Menurut Adde Rosi, sensus ekonomi ini sebagai data dasar bagaimana pelaku UMKM di Indonesia bisa diberikan bantuan-bantuan. Seperti bantuan workshop ataupun pembinaan yang berkaitan dengan program program pemerintah khususnya dibidang usaha kecil dan menengah.
“Pemerintah berharap ke depannya melalui kementerian terkait, usaha yang sekarang sudah dilaksanakan oleh para pelaku UMKM yang menggunakan marketplace ada kerja sama yang lebih kuat lagi,” ujarnya.
“Saya berpesan berpesan kepada pelaku UMKM di Pandeglang untuk terus berinovasi, kreatif dan tetap semangat,” kata Adde Rosi.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis
















































