“Selain sosialisasi, mitigasi juga dilakukan dengan cara memasang sejumlah rambu-rambu titik evakuasi di sejumlah tempat,” katanya.
Riki meyakinkan, terkait sejumlah program tersebut sudah dikolaborasikan bersama dengan OPD-OPD terkait serta masyarakat secara luas.
Termasuk, lanjutnya, pada hal bagaimana cara melakukan evakuasi Ketika terjadi bencana alam.
“Untuk tahap tanggap darurat, BPBD, Basarnas dan juga Tagana kita berkolaborasi. Termasuk juga dibantu oleh rekan-rekan dari TRC dan FBN. Selain itu, kita juga mengoptomalkan peran dari Dinkes, Perkim, Dinas PUPR dan OPD lainnya terkait dengan tahapan pasca bencana,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan yang hadir pada acara tersebut menyebutkan, Pemprov Banten mengapresiasi terkait hal positif yang telah dilakukan oleh FBN.
Oleh karena itu, Arlan berjanji, jika ada hal-hal yang harus disampaikan, instansi akan sangat terbuka.
“Kita akan sampaikan kepada pimpinan, agar masukan-masukan itu bisa dibicarakan serta dirumuskan sehingga bisa menjadi bahan untuk program ke depan,” katanya.***



















































