Selain Fajar, ada mahasiswa asal Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang juga berlajar di Turki bernama Maulana Andriansyah.
Dalam video call tersebut, dia mengatakan bahwa di Turki saat ini sedang memasuki musim dingin bahkan bersalju.
“Karena situasi belum memungkinkan, proses pembelajaran tatap muka ditunda. Pemerintah Turki mengeluarkan kebijakan pembelajaran untuk mahasiswa, dan pelajar lainnya harus dilakukan secara online,” kata Maulana.
Sementara Pj Gubernur Banten Al Muktabar menyarankan kepada para mahasiswa itu untuk selalu berhati-hati. Katanya, jaga kesehatan dan selalu waspada.
“Salam kangen dari kami di Indonesia, bagaimana keadaan di sana? Jaga kesehatan kalian di sana, dan tetap semangat belajar,” katanya.
Al Muktabar juga menanyakan terkait kegiatan pembelajaran di di Turki pasca terjadinya gempa.
“Salam untuk semua mahasiswa Banten di sana semuanya yah, kita di sini terus mendoakan kalian,” tuturnya.
Al Muktabar berjanji, pihaknya akan terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait warga Banten yang terkena dampak gempa Turki.
“Insyaallah dengan ikhtiar yang optimal, semuanya akan baik-baik saja,” katanya meyakinkan.***



















































