LEBAK,SOROSOWAN.CO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) meresmikan Jembatan Ciberang yang berada di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Senin (28/3/2022).

Pembangunan jembatan yang menghubungkan ruas jalan Cipanas-Warung Banten ini telah menghabiskan anggaran Rp160 miliar.

Hadir dalam peresmian jembatan itu, Sekda Pemprov Banten Al-Muktabar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Alran Marlan, Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan, Dandim 0603/Lebak Letkol Inf Nur Wahyudi, Dandodiklatpur Letkol Inf Yohanes Adi Wibowo, Camat Lebakgedong Bayu Hadiana T, Kapolsek Cipanas Kompol Eddy Prasteyo, Kapolsek Lebakgedong Iptu Supar, Forkopimda Provinsi Banten, Forkopimda Kabupaten Lebak, tokoh masyarakat Kecamatan Lebakgedong, dan Perwakilan PT Jaya Kontruksi selaku pelaksana pembangunan.

Dalam sambutannya, Gubernur WH mengatakan, banjir bandang yang terjadi pada 2019 lalu telah mengakibatkan Jembatan Ciberang terputus.

Sehingga, Pemprov Banten melalui Dinas PUPR terpaksa harus melakukan pembangunan.

Kemudian dihitung biaya yang dibutuhkan dan diketahui anggaran sebesar Rp160 miliar.

“Saya waktu itu langsung memanggil Kepala Dinas PUPR agar menghitung besaran biaya yang dibutuhkan untuk kembali membangun jembatan tersebut, dan ternyata cukup besar juga biaya karena mencapai Rp160 miliar,” katanya.

WH mengaku, tidak ada pilihan saat itu. Pemprov Banten harus hadir membangun kembali jembatan tersebut, mengingat keberadaan Jembatan Ciberang sangat penting untuk menunjang aktivitas warga.

“Saya ingin jembatan yang akan dibuat itu bertahan lama, tahan gempa. Bukan jembatan asal-asalan. Kekuatannya jembatan ini untuk 50 tahun dan tahan terhadap gempa, kalau sebelum 50 tahun sudah jebol, saya akan protes,” tegasnya.

Gubernur mengaku tidak ingin melihat masyarakat Banten kesulitan, karena transportasi jalan dan jembatan yang rusak. Kalau jalan rusak, biaya perekonomian akan menjadi lebih tinggi termasuk juga tugas-tugas Pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik.

Maka dari itu, lanjutnya, harus ada infrastruktur yang menghubungkan dan menjembatani mobilitas antar daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini