Bukan hanya itu, lanjut Irna, cuaca saat ini begitu sangat ekstrem. Sehingga, jadi jika tidak ada kepentingan yang mendesak, pergantian tahun sebagaiknya dilakukan di rumah bersama keluarga, diisi dengan kegiatan tasyakuran, bermuhasabah sambil mengevaluasi diri.

“Saya yakin, dengan cara itu Allah SWT akan menurunkan rahmat untuk kita semua. Sehingga Pandeglang semakin Berkah, dan maju,” ungkapnya.

Irna mengakui, menjelang penutupan tahun 2022, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan oleh Pemkab Pandeglang.

Khususnya, kata dia, masalah infrastruktur jalan, karena beberapa tahun yang lalu Pandeglang dilanda bencana tsunami dan pandemi Covid-19, sehingga anggaran difokuskan untuk memitigasi bencana dan penanganan masalah kesehatan tersebut.

“Namun, pemkab akan terus berupaya menyelesaikan program pembangunan yang belum terselesaikan itu. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, perizinan dan lain sebagainya. Mudah-mudahan semua program pembangunan itu bisa terselesaikan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Diketahui, istigotsah dalam rangka tasyakuran menghadapi tahun baru 2023 itu dipimpin ulama kharismatik Abuya Muhtadi Cidahu, serta dihadiri ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang.

Abuya berharap, seluruh umat manusia di dunia, khususnya masyarakat Pandeglang dan Banten selalu mendapatkan hidayah, ridho dan lindungan dari Allah SWT.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini