Sahata, salah seorang pengunjuk rasa mengaku, aksi unjuk rasa yang dilakukan dirinya bersama warga terpaksa dilakukan karena kesal. Oleh karena, sudah berapa kali berkoordinasi dengan pihak terkait, tentang persoalan limbah galian pasir, tetapi tidak pernah mendapat tanggapan dan tidak ada solusinya.

“Makanya, kami saat ini melakukan aksi demo. Mudah-mudahan ada respons dari Pemerintah Kabupaten Lebak, khususnya dari Bupati,” katanya kepada sorosowan.co.id.

Sahata mengaku, telah sependapat dengan para warga yang lain akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga tuntutan yang disampaikan dipenuhi Pemkab Lebak. “Para petani di daerah kami bisa kehilangan mata pencaharian jika dampak galian pasir tidak segera dihentikan,” tandasnya seraya berharap adanya ganti rugi terkait lahan pertanian yang rusak akibat galian pasir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini