Fahmi meminta, kepada Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang segera merumuskan untuk mengisi beberapa jabatan esselon III yang kosong, karena ditinggalkan promosi.
“Tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan-red) segera merapatkan kekosongan ini supaya tidak berlama-lama, agar pelaksanaan program di OPD bisa optimal,” ungkapnya.
Sementara, Kepala BKPSDM Kabupaten Pandeglang Mohammad Amri mengklaim, pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama eselon IIb itu sudah melalui berbagai tahapan, mulai dari assessment, open bidding, dan wawancara, yang hasilnya dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
“Alhamdulillah, pada tanggal 19 September lalu turun rekomendasi KASN, dan sekarang kita tindaklanjuti dengan pelantikan,” ujarnya.
Amri mengatakan, saat ini baru lima pejabat yang dilantik menjadi Pimpinan Tinggi Pratama eselon IIb. Sementara, kata dia, untuk mengisi jabatan di Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Komunikasi Sandi dan Statistik (Diskomsantik) masih proses, karena baru akan melakukan assessment di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Bandung, pada Senin pekan depan.
“Pekan depan, para peserta assessment akan kita berangkatkan ke LAN Bandung,” ujarnya.
Amri mengakui, pasca ditinggalkannya promosi, akan ada kekosongan jabatan di esselon III. Namun, kata dia, hal itu akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan rapat bersama Baperjakat.
“Sama dengan jabatan lain, untuk jabatan eselon IIIb yang kosong, akan segera kita tindaklanjuti (mengisinya-red) dengan melakukan rapat bersama instansi terkait,” katanya.***



















































