
Dalam satu bulan, terang Badrul, omzet penjualan madu teuweuh bisa mencapai Rp25 sampai Rp35 juta rupiah per bulan.
“Ini karna saya punya dua tempat budidaya lebah teuweul, satu di Rangkasbitung dan satunya lagi di Pandeglang,” ungkapnya.
Badrul memastikan, madu yang dikelola diproses secara alami. Madu diambil langsung dari sarang lebah tanpa ada proses kimia.
“Alhamdulillah untuk pelanggan rutin sudah ada. Kebanyakan dari mereka berasal dari kalangan menengah ke atas, karena harga jual madu ini terbilang cukup mahal,” ujarnya seraya mengatakan, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan madu ini untuk memesan terlebih dahulu. ***
















































