Dia bercerita, sempat mencari minyak goreng ke pasar tradisional Malingping dan Bayah beberapa hari lalu, tetapi tidak menemukan.
“Dulu sempat toko ritel di sini ada yang menyediakan, itu pada saat keluar kebijakan dari pemerintah tentang operasi pasar minyak goreng. Namun, jumlahnya sedikit, sehingga warga berebut dan banyak yang tidak kebagian,” tutur Aam.
Sedangkan Yana, penjual gorengan di Kota Rangkasbitung mengaku, mendapatkan pasokan minyak goreng curah dari agen tempatnya berlangganan dengan harga Rp17 ribu per liter.
“Memang tidak langsung dapat pak, tapi harus antre dua sampai tiga hari dengan memberi uang terlebih dahulu. Sebab, kalau tidak begitu kita pasti tidak akan kebagian,” ujarnya.


















































