Najib Hamas Dorong Baznas Kembangkan Penyaluran ZISWAF Berbasis Pemberdayaan

3
0
Rakerda Baznas Kabupaten Serang ke-23
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas Rakerda Baznas Kabupaten Serang ke-23, di Aula TB. Suwandi Pemerintahan Kabupaten Serang, Rabu (29/7/2026). (Foto: Istimewa)

SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang untuk terus berinovasi dalam pendistribusian zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Kegiatan yang harus dilakukan adalah, program-program berbasis pemberdayaan agar para penerima manfaat (mustahik) dapat bertransformasi menjadi pemberi zakat (muzaki).

Demikian hal tersebut disampaikan Najib Hamas saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Baznas Kabupaten Serang ke-23, di Aula TB. Suwandi Pemerintahan Kabupaten Serang, Rabu (29/7/2026).

Menurut Najib, pola pendistribusian zakat ke depan tidak lagi cukup hanya bersifat konsumtif yang manfaatnya habis dalam waktu singkat, melainkan harus diarahkan menjadi program produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Ke depan Baznas Kabupaten Serang harus memiliki inovasi dalam pendistribusian ZISWAF yang berbasis pemberdayaan. Tujuannya adalah bagaimana para mustahik suatu saat bisa menjadi muzaki melalui skema distribusi zakat yang lebih produktif,” katanya.

Najib mengibaratkan, pendayagunaan zakat produktif seperti filosofi memancing, menurutnya lebih baik memberikan umpan dibandingkan memberikan ikan.

“Kalau kita hanya memberikan ikan, manfaatnya hanya sesaat. Tetapi kalau kita memberikan umpannya, maka manfaatnya akan terus berkelanjutan karena mereka mampu menghasilkan sendiri,” katanya.

Najib mengungkapkan, potensi zakat di Kabupaten Serang yang diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar setiap tahun.

Potensi tersebut berasal dari aparatur pemerintah, perusahaan, dunia usaha, hingga masyarakat secara umum.

Meski demikian, menurut Najin, potensi tersebut tidak seluruhnya dihimpun oleh Baznas Kabupaten Serang, tetapi terdapat tambahn dari berbagai lembaga amil zakat (LAZ) serta lembaga sosial kemanusiaan lain yang juga melakukan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah.

“Potensi zakat Kabupaten Serang sangat besar. Karena itu yang terpenting adalah membangun sinergi antar lembaga agar pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Diketahui, rapat kerja tersebut mengusung tema “Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Zakat, Infak, Shodaqoh (ZIS) yang Berdampak Menuju Kabupaten Serang Bahagia” diikuti sebanyak 128 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Serang.

Pada kesempatan itu dilakukan penyaluran bantuan sosial secara simbolis melalui sejumlah program Baznas Kabupaten Serang, yakni Program Jaga Kiyai, beasiswa bagi siswa SD, MI, SMP, serta santri pondok pesantren salafi, bantuan untuk marbot masjid, pemandi jenazah, dan bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Serang Hasanuddin mengatakan, Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp28 miliar sesuai target yang ditetapkan pada masa kepengurusan saat ini, yakni naik 5 persen dari target sebelumnya sebesar Rp16 miliar.

“Target penghimpunan kami sebesar Rp28 miliar. Untuk mencapainya tentu diperlukan inovasi serta penguatan sinergi dengan seluruh UPZ agar penghimpunan zakat semakin optimal,” katanya.

Hasanuddin menerangkan, rangkaian rapat kerja diisi dengan workshop yang menghadirkan Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Idy Muzayyad, sebagai narasumber.

Melalui workshop tersebut diharapkan seluruh pengurus Baznas dan UPZ di Kabupaten Serang memperoleh penguatan kapasitas dalam pengelolaan penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat sehingga mampu menghadirkan program-program yang lebih produktif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

Penulis: RD Dikdik M
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini