Haerofiatna mengakui, terakit masalah data terkadang masih sering terjadi saling lempar antara OPD satu dengan OPD yang lain.

Oleh karena itu, kata dia, forum satu data ini dibentuk untuk kepentingan pemerintah daerah khususnya Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dalam mengambil keputusan.

“Sehingga basis-basis data yang ada di OPD akan dijemput bola dalam waktu yang relatif singkat, sehingga sumber data itu valid dari OPD itu sendiri dan disandingkan dengan BPS, dan nanti akan dibuat buku saku satu data,” ucapnya.

Mantan Kabag Humas Sekretariat DPRD Serang ini menjelaskan, buku saku satu data dibuat dengan membandingkan data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) maupun data dari OPD.

Dia mencontohkan, misalnya data penduduk dari BPS tahun 2021 sebanyak 1,6 juta. Sedangkan data eksisting kondisi saat ini yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) misalnya sudah mencapai 1,65 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini