“Budaya membaca, kecintaan dan kebiasaan membaca harus kita mulai kepada anak-anak, para generasi masa depan,” ujarnya.
Tatu mengaku, Pemkab Serang tengah mendorong pojok-pojok baca hingga ke pelosok desa. Pemerintah Desa didorong untuk menyediakan sarana literasi yang bisa dilaksanakan melalui anggaran desa.
“Termasuk kita akan membangun gedung perpustakaan yang terintegrasi,” ujarnya.
Sementara itu, pada sesi diskusi, Kepala DPKD Kabupaten Serang Aber Nurhadi menyampaikan sejumlah program Pemkab Serang dalam meningkatkan indeks literasi, termasuk rencana pembangunan perpustakaan rekreatif dan edukatif di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran.
“Di kawasan itu telah disiapkan lahan seluas 2 haktare dekat dengan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,” tuturnya.
Sedangkan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengaku senang telah mendapatkan berbagai informasi tentang situasi kondisi literasi di daerah, salah satunya dari Kabupaten Serang.
“Ternyata, banyak yang sudah dilakukan Pemda. Semoga dengan pertemuan ini, makin semangat lagi dalam melibatkan desa, perguruan tinggi, komunitas literasi, dan sekolah-sekolah dalam rangka meningkan indeks literasi,” ujarnya.
Hetifah mengatakan, bersedia membantu Pemkab Serang dalam melengkapi program yang sudah dilakukan dan direncanakan.
Seperti dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga perlu dibantu berbagai pelatihan untuk pustakawan, penambahan koleksi buku, dan termasuk pembangunan perpustakaan rekratif dan edukatif.
“Kami optimis, Kabupaten Serang bisa menjadi contoh bagi daerah lain, dalam peningkatan indeks literasi,” katanya.***



















































