“Edukasi terus kami lakukan, sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat oleh pemerintah maupun relawan sebagai bentuk antisipasi. Misalnya, kalau ada gempa harus cari perlindungan, dan lari ke dataran tinggi jiga ada gelombang dan lain sebagainya,” tutur Irna.

Orang nomor satu di Pandeglang itu mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Oleh karena, katanya, kondisi cuaca yang terjadi saat ini tidak menentu, apalagi dengan curah hujan yang tinggi.

“Curah hujan sangat tinggi, hingga nanti puncaknya kemungkinan di awal tahun. Tetap waspada, dan tetap jaga kesehatan,” tandasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Nuriah mengatakan, untuk persiapan logistik tahun ini tersedia 13 lumbung sosial yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Setiap bulannya stok di lumbung sosial terus diisi baik dari anggaran kabupaten, provinsi maupun pusat. Stok selalu ada di lumbung sosial itu,” kata Nuriah.

Namun, ia tak membantah saat ini baru 11 lumbung sosial yang sudah siap. Akan tetapi, di perubahan anggaran tahun ini akan ada penambahan dua lumbung sosial lagi, yakni di Kecamatan Cibitung dan Angsana.

“Jadi semuanya ada 13 lumbung sosial, di antaranya Kecamatan Sumur, Patia, Carita, Labuan, Cikeusik, Sukaresmi, Panimbang, dan Kecamatan Cigeulis,” ujar Nuriah.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini