Menurut Irwandi, setiap perbedaan penetapan awal Ramadan harus dijadikan sebagai rahmat dan anugerah yang diberikan Allah SWT, serta sebagai bentuk kedewasaan.

“Perbedaan itu sunnatullah, pasti selalu ada, Insyaallah ini rahmat dan karunia yang indah, sehingga menjadi kebanggaan Indonesia dimata umat lain di dunia,” katanya kepada wartawan, Sabtu (9/3/2024).

Namun demikian, Irwandi mengatakan, maklumat itu tidak terlalu baku. Setiap kader Mathla’ul Anwar diharapkan bisa menghormati perbedaan serta mampu menyesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal, jika dominasi penetapan awal Ramadan tidak sama dengan maklumat yang dikeluarkan.

“Intinya, perbedaan penetapan 1 Ramadan ini jangan jadi beban dalam bermasyarakat, karena prinsip dasar Mathla’ul Anwar adalah toleransi dalam khilafiyah dan bersama membangun masyarakat dengan pemerintah,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini