Pembukaan MTQ XXIII Tahun 2026
Gubernur Banten Andra Soni memegang piala bergilir pada pembukaan MTQ XXIII Tahun 2026, di halaman Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (6/7/2026). (Foto: Istimewa)

SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026, di halaman Masjid Raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (6/7/2026), meriah.

Hadir dalam acara ini Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Abu Rokhmad, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten Deden Apriandhi, para bupati dan wali kota se-Banten, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Umum LPTQ Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 diikuti sebanyak 477 peserta dari delapan kabupaten/kota.

Para peserta akan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba untuk memperebutkan prestasi terbaik. Pelaksanaan MTQ kali ini didukung 144 dewan hakim yang bertugas melakukan penilaian secara objektif dan profesional.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan MTQ menjadi sarana syiar Islam dan penguatan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Alquran.

Momentum ini menumbuhkan kecintaan mengamalkan Al Quran serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat persatuan .

“Bagi Pemerintah Provinsi Banten, MTQ merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan pembangunan fisik dan ekonomi,” kata Andra Soni dalam sambutannya.

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral, spiritual, dan karakter masyarakatnya,” sambungnya.

Andra Soni mengatakan, MTQ merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, produktif, dan berintegritas.

“Pada tahun ajaran 2026-2027, Pemprov Banten memperluas program pendidikan gratis ke madrasah aliyah swasta. Dengan jumlah kuota 10 ribu siswa,” ucapnya.

Andra Soni meyakinkan, kebijakan yang dilakukannya merupakan bentuk keberpihakan Pemprov Banten kepada masyarakat, sekaligus pengakuan atas peran strategis madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, wawasan ke-Islaman yang kuat, dan kecintaan mendalam terhadap Alquran.***

Penulis: RD Dikdik M
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini