“Saya mengapresiasi komitmen, sinergi dan kolaborasi dalam menyelesaikan permasalahan hak anak di kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Saya yakin ini tidak bisa sendiri, maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi melalui kebijakan, program dan penganggaran yang terintegrasi. Itu semua akan menjadi penting,” ujarnya.
Gusti Ayu berharap, peringatan HAN tidak sebatas selebrasi semata. Akan tetapi dapat dijadikan sebagai momentum untuk menyampaikan bahwa pemenuhan hak anak menjadi tanggung jawab semua pihak.
“Terima kasih komitmennya dan hari ini kita juga memberikan Provila kepada Provinsi Banten, semoga ini dapat memotivasi untuk terus memperhatikan pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya di Provinsi Banten,” ujarnya.
Gusti Ayu juga mengapresiasi peresmian Sistem Aplikasi Pelaporan Sahabat Perempuan dan Anak (e-SAPA) Desa Ramah Perempuan Peduli Anak di Provinsi Banten. Kata dia, aplikasi tersebut merupakan aplikasi pertama yang ada di Indonesia untuk mendukung program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
“Aplikasi ini aplikasi pertama dan mudah-mudahan ini tidak hanya seremoni saja, tapi betul-betul sistem aplikasi ini bisa menjawab bagaimana mewujudkan satu model desa menjadi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak,” harapnya.***


















































