Menurutnya, meski dilakukan di luar pasar, saat ini harga telur sudah mendekati harga acuan pemerintah.

“Kita juga menggerakkan Tim Satgas Pangan Provinsi Banten agar tidak terjadi pemanfaatan kondisi ini. Apalagi sebentar lagi kita memasuki Hari Raya Idul Adha, kita berusaha melakukan pemenuhan hewan kurban dari daerah penghasil,” ungkapnya.

Virgojanti memastikan, ketersedian kebutuhan pangan di Provinsi Banten masih terkendali.

Pemprov Banten terus waspada terhadap ketersediaan bahan pangan karena pemenuhan beberapa bahan pangan dipasok dari daerah lain, seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.

“Pada beberapa komoditas pangan, dibeberapa daerah indikatornya sudah menunjukkan warna merah dan ada juga daerah yang masih berwarna hijau. Kita diminta mengantisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem yaitu el Nino,” katanya.

“Kita harus hati-hati dan antisipasi di wilayah penghasil ada kemungkinan juga terdampak el Nino,” imbuh Virgojanti.

Katanya, dampak el Nino tidak hanya berdampak pada pemenuhan barang kebutuhan pangan dari dalam negeri, tetapi juga bisa berdampak pada beberapa negara produsen pangan.

Sehingga, lanjut Virgojanti, berdampak terhadap pemenuhan barang kebutuhan pangan dari luar negeri atau impor.

“Intinya, kita harus mengantisipasi dengan memperkuat kebutuhan pangan daerah kita melalui langkah-langkah nyata melalui dinas teknis supaya kondisi ketersedian pangan dan harga di Banten tetap terkendali,” katanya.

Virgojanti menambahkan, Pemprov Banten juga mengantisipasi dampak el Nino dengan penguatan produksi kebutuhan pangan, menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, Polri serta pihak-pihak terkait dalam penguatan produksi bahan pangan.

“Dinas Pertanian Provinsi Banten telah menyiapkan Tim Brigade Pompa untuk beberapa daerah rawan kekeringan. Tim ini ditujukan untuk daerah pertanian yang rawan kekeringan agar tetap terjaga kebutuhan air lahan pertaniannya,” ungakpnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini