Percepat Penanganan Stunting, Pemkab Serang Bangun 52 Dapur Sehat

295
0

Encup berjanji, pihaknya akan menyalurkan sebanyak 4 ton telur setiap dua pekannya ke setiap kecamatan yang menjadi 10 lokus stunting.
Bantuan tersebut, kata dia, berasal dari CSR perusahaan yang ada di Kabupaten Serang.

“Adapun 10 lokus stunting di Serang, yakni di Kecamatan Jawilan, Kopo, Cikeusal, Pabuaran, Binuang, Baros, dan Kecamatan Padarincang. Itu yang harus kita kejar karena angka stunting masih tinggi,” ucapnya.

Didapat informasi, bahwa berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2019 angka stunting di Kabupaten Serang mencapai 39,43 persen, dan pada tahun 2022 turun menjadi 0,8 persen. Sedangkan, berdasarkan data angka prevalensi stunting Kabupaten Serang pada tahun 2021 mencapai 27,2 persen dan tahun 2022 menjadi 26,4 persen atau turun 0,8 persen.

Sementara Pj Sekda Kabupaten Serang Nanang Supriatna menerangkan, jika intervensi penurunan stunting terintegrasi dan dilaksanakan melalui 8 aksi.

“Ini upaya pemerintah untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala pelayanan puskesmas, kecamatan dan desa,” ujarnya.

Nanang mengatakan, pada Agustus 2023, telah dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan balita di Kabupaten Serang.

“Jumlah yang diukur sebanyak 110.431 anak atau 86,15 persen dan prevalensi balita stunting 6.662 anak atau 6,03 persen,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini