Fery meyakinkan bahwa, seleksi calon sekda yang diperintahkan Bupati akan dilakukan secara profesional.
Semua aturan, kata dia, akan diterapkan optimal agar terpilih calon Pimpinan Tinggi Pratama yang berkualitas.
“Pansel tidak akan melihat latar belakang kepegawaian para calon, mau lulusan IPDN atau bukan nggak masalah. Sebab, patokan penilaian kita ril, mulai dari skill, pengalaman, serta kepiawaian pejabat bersangkutan dalam mengikuti tes,” katanya. [irp]
Menurut Fery, tahapan seleksi calon sekda masih panjang. Setelah pemeriksaan berkas administrasi, akan ada tahapan lainnya yang harus diikuti.
Di antaranya, kata dia, tes akademik, kesehatan, psikologi dan tes-tes lainnya.
“Untuk tes akademik dan tes lainnya kita libatkan LAN. Silahkan, bagi para calon bersaing menunjukkan kemampuan terbaiknya. Karena dari hasil itu akan diambil tiga nama, yang kemudian ketiga nama tersebut diserahkan kepada Bupati untuk dipilih salah satunya,” tutur Fery.
Sementara dihubungi terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pandeglang M Habibi Arafat mengingatkan, agar pansel sekda bekerja profesional.
Katanya, selain berpijak pada aturan, tim seleksi juga harus independen.
Lebih rilnya, kata Habibi, pansel harus mampu menyaring calon ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pandeglang yang mau berkerja keras membantu Bupati dalam memajukan Pandeglang ke depan.
“Intinya pansel jangan asal-asalan menyaring. Pilih sosok pejabat calon sekda yang bisa mengayomi bawahan, memiliki jiwa kepemimpinan, smart, serta bisa masuk ke semua kalangan,” ujarnya.
Habibi menambahkan, sekda adalah motornya semua pegawai, sehingga harus benar-benar diisi oleh orang yang kuat secara fisik, cerdas dan cengeng.
“Kami percaya kepada pansel akan melakukan yang terbaik, karena dipimpin oleh mantan pejabat yang memiliki banyak pengalaman dan handal,” ungkapnya.***



















































