Dilihat dari konteks produk domestik bruto (PDB) riil, Menkeu menyampaikan bahwa Indonesia sudah jauh berada di atas kondisi pra-COVID-19.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartall II sebesar 5,4 persen ini merupakan dorongan dari pemulihan ekonomi, terutama dari konsumsi masyarakat yang mengalami kenaikan atau pertumbuhan sebesar 5,5 persen.
“Ini adalah pertumbuhan yang sangat tinggi. Covid nya terkendali, masyarakat mobilitasnya meningkat, dan aktivitas masyarakat selain mobilitas juga mulai melakukan konsumsi, terutama masyarakat menengah atas,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Mulyani, konsumsi Pemerintah masih relatif terkontraksi seiring dengan menurunnya belanja penanganan pandemi.
















































