Al Muktabar meminta seluruh stakeholders bisa berperan dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Banten. “Termasuk hari ini kepada mahasiswa, saya pesankan paling tidak dapat menyerap informasi dari masyarakat terkait masalah tersebut,” katanya.
Al Muktabar mengatakan, alasan dirinya mengajak para mahasiswa untuk dapat berperan dalam penanganan stunting dan gizi buruk, karena para mahasiswa memiliki pemikiran yang kuat, sehingga bisa berkontribusi dalam memberikan solusi. “Karena mahasiswa ini pembaharu, dan hampir semua perubahan itu banyak digerakan oleh mahasiswa,” katanya.

Al Muktabar berjanji akan mengerahkan semua komponen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten dalam penanganan stunting dan gizi buruk. “Semua akan kita kerahkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNBAJA Prof Muhammad Syadeli Hanafi mengatakan mendukung upaya yang dilakukan Pemprov Banten dalam penanganan stunting dan gizi buruk, karena hal tersebut berkaitan dengan masa depan anak bangsa.
Hanfi berjanji akan memberikan tugas kepada mahasiswa untuk mendata stunting dan gizi buruk di tempat mereka KKM. “KKM Tematik UNBAJA tahun ini diikuti oleh 367 mahasiswa. KKM dilaksanakan di 24 desa dan tersebar di Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang,” paparnya. ***

















































