“Bayangkan saja pak, setiap ada peledakan rumah kami bergetar seperti gempa saja. Kami mau hidup tenang seperti sebelum adanya perusahaan,” katanya.
Diketahui, unjuk rasa yang berlangsung satu jam lebih itu sempat diwarnai kericuhan kecil. Massa aksi dengan aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi sempat saling dorong ketika pendemo akan masuk ke area pabrik semen tersebut.



















































