“Untuk itu para wisudawan harus meningkatkan berbagai hal yang berkembang di masyarakat dan dunia. Dengan mampu memanfaatkan bonus demografi, kita harap akan terakses kepada ketenagakerjaan atau menjadi insan-insan entrepreneurship,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Al Muktabar berharap, para wisudawan mampu membaca tantangan sebagai peluang yang mampu memprediksi kesempatan dimasa yang akan datang.

Hal tersebut, katanya, harus dilakukan dilakukan sebagai upaya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 yang bisa dipersiapkan dengan hal yang produktif.

“Saya harap ini bagian upaya mendasar kita mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Apalagi kita sedang menghadapi situasi dunia yang sulit diprediksi. Maka kita jadikan tantangan sebagai kemunungkinan kita mencapai keberhasilan,” ujarnya.

Al Muktabar mengatakan, sesuai dengan perkembangan dunia, para wisudawan agar terus belajar tanpa batasan usia. Namun, dengan memperhatikan kebutuhan dunia yang terus berkembang.

“Saya mengajak kepada para wisudawan untuk belajar sepanjang hayat. Karena dunia ini tanpa batas, sehingga mau tidak mau kita harus memiliki kompetensi positif baik melalui bahasa asing, maupun coding,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini