“Pemprov Banten sudah melakukan berbagai langkah teknis dalam rangka peningkatan kualitas udara, termasuk imbauan WFH kepada Bupati dan Wali Kota yang berada di wilayah aglomerasi seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel),” katanya.
Al Muktabar mengaku, kepada dunia usaha serta swasta, pihaknya juga telah menyampaikan imbauan agar melakukan kegiatan yang dapat mengurangi aktifitas yang menggunakan bahan bakar energi fosil.[irp]
“Kita semua sedang menggiatkan untuk pengurangan itu,” katanya.
Menurut Al Muktabar, uji emisi kepada kendaraan-kendaraan itu bekerja sama dengan pihak Kepolisian, baik tingkat Polda Banten maupun Polda Metro Jaya.
“Kita akan terus giatkan itu. Apalagi dalam waktu dekat akan ada agenda ASEAN Summit,” ucapnya.
Al Muktabar menerangkan, jika Menko Perekonomian juga akan melakukan evaluasi progres program yang sudah dilakukan. Laporannya, kata dia, nanti dalam bentuk data, berapa jumlah industri atau pabrik yang sudah mengikuti imbauan, totalnya berapa, dan bagaimana efektivitasnya.
“Ada juga yang akan kita laporkan perhatian, seperti titik mana saja yang sudah ada perkembangan peningkatan kualitas udaranya,” ucapnya.
Secara garis besar, lanjut Al Muktabar, Pemprov Banten sudah siap menjalankan segala arahan Presiden Joko Widodo kaitannya dengan peningkatan kualitas udara itu.[irp]
“Kita akan terus kompak bersama seluruh Forkopimda serta para Bupati dan Wali Kota dalam menangani hal itu,” ungkapnya.***



















































