“Itu mungkin kelebihan beliau (Al Muktabar-red) yang secara administrasi tentu menguasai persoalan yang ada,” katanya.
Tranggono menambahkan, selama perjalanan memimpin banyak yang sudah dilakukan Pj Gubernur Banten seperti penanganan stunting dan gizi buruk yang merupakan program prioritas Presiden Jokowi.
Kemudaian, pencanangan fakta integritas ASN, peningkatan kesejahteraan petani, pemerataan pendidikan dan penyiapan generasi pelajar Banten dalam menghadapi perkembangan IT yang begitu pesat.
“Dibawah kepemimpinan Penjabat Gubernur Al Muktabar, Pemprov Banten kini sedang menggagas SMA Negeri Metaverse, sebagaimana yang telah dilakukan di Kampus Harvard University untuk menciptakan programer komputer uang handal,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Tranggono, indeks partisipasi sekolah yang baru mencapai 65 persen lebih ini, juga akan ditingkatkan melalui program pembelajaran SMA yang efektif dan terjangkau.
“Sebagaimana yang dilakukan di Harvard University, program bisa mencetak sepuluh ribu programmer. Kalau ini terlaksana di Banten, bisa menjadi sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan. Sehingga dampak dominonya akan berpengaruh pada peningkatan IPM,” ucapnya.
Sementara terkait dengan tenaga honorer, kata Tranggono, Pemprov Banten telah meminta agar Pemerintah Pusat menunda kebijakan rencana penghapusan honorer pada tahun 2023.


















































