Wisnu mengatakan, bukan hanya kalori, saat uji coba juga tidak ada permasalahan, khususnya pada saat proses pembakaran. Bahkan, kata dia, tegangan yang dihasilkan dari pembakaran mencapai 380 megawatt hingga 390 megawatt.

“Alhamdulillah tidak ada gangguan dan parameternya bagus. Nanti kita akan kalkulasikan lagi berapa persen sih campuran BBJP yang idealnya,” ungkapnya.

Wisnu menyebutkan, kebutuhan BBJP untuk menjadi campuran batu bara setiap harinya dibutuhkan kurang lebih 200 ton per hari.

“Kami harap kualitas yang saat ini sudah tercapai dapat dipertahankan, karena kalau kualitasnya tidak bagus maka akan merusak sistem operasional mesin,” ujarnya.[irp]

Sedangkan, Dirut PBM Zaenal Huri mengatakan, dalam kerja sama itu Pemkab Pandeglang diberi waktu hingga Desember dalam memenuhi target 40 ton.
“Kontraknya 40 ton minimum, dan maksimum 50 ton. Namun, kita sudah penuhi 52,6 ton. Padahal waktunya sampai dengan Desember. Jadi kita sudah menyelesaikan kontrak tersebut, dan lebih cepat 2 bulan,” katanya.

Zaenal mengatakan, setelah uji coba selesai dan berhasil, maka akan ditingkatkan kontraknya menjadi kontrak komersial, sehingga kapasitas produksinya akan ditingkatkan.

“Kalau sekarang baru 5 ton per hari, tapi setelah ini kita akan upayakan naik menjadi 10 ton, karena bahan baku cukup dan peralatannya mendukung,” ungkapnya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini