“Peserta diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai pembina Pramuka dengan memperdalam penguasaan teknik-teknik Kepramukaan, metode membina dalam proses latihan sehingga menghasilkan Pembina Pramuka kompeten,” katanya.
Selain itu, lanjut Euis, kegiatan itu juga untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta jiwa kejuangan bagi generasi muda Indonesia. “Mengacu pada tema orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan Kwartir Ranting tahun 2022, yakni melalui kegiatan orientasi Mabigus,
tercipta pembina yang kreatif, siswa yang mandiri dan berkarakter dengan motto ikhlas bakti bina bangsa berbudi bawa laksana,” katanya
Kemudian, dengan orientasi tersebut juga agar dapat menjalin persahabatan dan persaudaraan sesama pembina, meningkatkan kualitas kepembinaan dalam kepramukaan, menguatkan daya kreasi pembina Pramuka agar dapat mendidik, membanggakan, dan membahagiakan Indonesia.
Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Pandeglang Tuafik Hidayat mengatakan, kegiatan Kepramukaan yang masuk ke dalam kurikulum sekolah, tanpa disadari berdampak besar terhadap para siswa, di antaranya menjadikan kemandirian peserta didik. “Dalam Pramuka menginternalisasi nilai kebudayaan, ketuhanan, kepemimpinan dan nilai sosial,” katanya.
Menurut Taufik, gerakan Pramuka wajib diikuti oleh peserta didik baik di tingkat dasar dan menengah. “Ini wajib diikuti tanpa kecuali sesuai Permendikbud,” katanya. ***



















































