Berlan, wali santri lainnya mengatakan hal yang sama.
Dia mengaku, setelah lulus di Multazam, pendidikan anaknya akan dilanjutkan ke ponpes yang jenjangnya lebih tinggi.
“Rencananya seperti itu, dengan maksud agar pengetahuan agama dan pengetahuan umum anak saya semakin bertambah,” ujar Sekretaris Camat Cikulur ini.
Sementara itu dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Multazam Ust Ade Syahroni mengatakan, Nihai Show atau panggung gembira merupakan acara puncak bagi santri kelas enam sebelum mereka mengikuti ujian akhir dan wisuda.
Sebelumnya, para santri sengaja dilatih mental dan kreativitas agar mampu tampil di depan umum guna menghibur wali santri dan adik-adik kelas mereka.
“Ini sebagai ajang unjuk kemampuan atas pengetahuan dan kreativitas yang telah didapat selama mereka menjadi santri,” katanya.
Menurut Ade, ponpes yang dipimpinnya tidak hanya mengajarkan akademis, seperti pendidikan akhlak dan Alquran, tetapi juga mendididik mentalitas santri agar mampu tampil di depan umum.
Kata dia, semisal dengan diberikannya pelajaran muhadarah (teknis berbicara di depan umum) dan kegiatan kepramukaan dalam seminggu sekali.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para dewan guru yang telah mendidik anak kelas enam dengan telaten dan optimal. Semoga amal baik kita semua dibalas Allah SWT sebagai bagian dari pahala,” katanya. ***


















































