“Bila memang perlu, kita akan lakukan operasi pasar,” ujarnya.
Al Muktabar mengatakan, Ramadan merupakan bulan spesial sehingga kebutuhan masyarakat meningkat.
Oleh karenanya, para kepala daerah diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan para pemasok serta melakukan kerja sama antara daerah dengan daerah produksi.
Di Banten, kata Al Muktabar, komoditas cabai, bawang merah, serta bawang putih sangat menjadi perhatian.
“Nah kalau beras, kita karena juga pemasok pangan Nasional, kita cukup baik. Jadi stok kita dengan kebutuhan itu berimbang,” ujarnya.
Al Muktabar menerangkan, terkait pengendalian kebutuhan pokok tersebut, Pemprov Banten bisa melakukan pengendalian harga melalui subsidi ongkos atau biaya transportasi yang anggarannya berasal dari BTT.
Upaya itu, lanjutnya, bertujuan agar rentang selisih harga barang di wilayah produksi dengan di Banten tidak terlalu jauh atau dirasa kemahalan.
Pada kesempatan itu, Al Muktabar mengimbau masyarakat Banten untuk bersama-sama menjaga iklim ibadah yang baik serta tidak berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan.
“Masyarakat tidak perlu panik dalam berbelanja kebutuhan, karena pemerintah akan selalu hadir membersamai,” ungkapnya.***



















































