Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid menerangkan, lahan tanam cabai di Provinsi Banten saat ini mencapai 58 hektare. “Produksinya mencapai 360 ton dalam setap satu kali panen,” ungkapnya.

Cara bertaninya, lanjut Agus, sudah menggunakan teknologi. Salah satunya melalui teknologi urban farming.

Sedangkan Pegiat Urban Farming Irsan Rajamin menjelaskan bawa urban farming adalah penanaman cabai yang dilakukan secara ilmiah, tidak sekedar dikira-kira atau ramalan.

Menurutnya, dalam urban farming diperlukan alat khusus seperti prediksi cuaca dan rapid soil cek (RSC) yang bertujuan untuk mengecek kondisi tanah, sehingga pemupukan dapat dilakukan secara lebih tepat, serta menggunakan sistem pengairan kabut.

“Pada teknis penanaman biasa produktivitas cabai hanya mencapai 8 ton per hektare. Namun, dengan sistem urban farming bisa meningkat 20 hingga 30 persen. Karena dengan sistem urban farming, risiko gagal panen bisa ditekan,” jelas Irsan.

Hadir dalam penanaman 77 ribu bibit cabai itu Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Wakil Bupati (Wabup) Lebak Ade Sumardi, Kepala BI Perwakilan Provinsi Banten Imaduddin Sahabat, dan anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea.

Selain itu, tampak pula Staf Ahli Gubernur Banten Komari, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aan Muawanah.***

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini