“Sesuai hasil Rapat Kerja tanggal 19 Mei 2022 mengenai Kebijakan Antisipatif APBN untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli dan kesehatan APBN. Realisasi defisit sampai akhir tahun 2022 diperkirakan mencapai angka 4,5 persen,” kata Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.
Said meminta pemerintah untuk tetap melakukan best effort, agar defisit pada akhir tahun 2022 lebih rendah dari 3,92 persen terhadap PDB.
“Sesuai aspirasi Badan Anggaran yang mengharapkan dapat mencapai angka 3,5-3,7 persen terhadap PDB sehingga tekanan defisit anggaran terhadap PDB bisa berkurang,” ungkapnya.
Diketahui, dari perikiran defisit anggaran sebesar Rp805,8 triliun atau 4,32 persen, sampai akhir tahun ini realisasi defisit mencapai Rp732,2 triliun atau 3,92 persen atau sebesar Rp578,7 triliun. ***


















































