Adapun kelima rekomendasi tersebut, pertama pemerintah baik pusat maupun daerah untuk segera merespon penemuan teknologi tepat guna yang mampu mengubah limbah FABA menjadi pupuk organik kualitas tinggi.
Kedua, pemerintah pusat dan daerah segera membuat regulasi untuk produksi pupuk organik berbahan dasar limbah FABA dengan teknologi yang telah ditemukan.
Ketiga, Indonesia Power PLN PLTU sebagai pihak yang memiliki persoalan limbah secara terbuka, khususnya di Pandeglang segera menyambut baik solusi itu dengan mensuport secara penuh produksi pupuk organik berbahan dasar FABA.
[irp posts=”5826″ ]
Keempat, masyarakat petani sebagai pengguna harus dimudahkan mengakses pupuk organik berbahan dasar limbah FABA.
Kelima, semua pihak terkait menyambut baik solusi limbah menjadi berkah demi mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.
Vice Presiden Indonesia Power Igan Wardiana Yasa menyambut baik ajuan rekomendasi tersebut. Dia mengatakan, sangat mengapresiasi temuan teknologi tepat guna tersebut karena bisa mengubah limbah FABA menjadi pupuk organik bebas polutan.
Sementara, Ketua Koperasi Bina Insaf Mandiri Badri Wijaya selaku pembuat pupuk organik dari limbah FABA menyebutkan bahwa pupuk tersebut sangat bagus, aman dan terbaik dari yang pernah ada saat ini.
Sedangkan, Panitia Pelaksana Seminar Nasional Dona El Furqan mengatakan, seminar yang digelarnya merupakan lanjutan dari riset yang sebelumnya telah dilakukan peneliti Minar Surbakti.***



















































