
PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang Suryadi Sembiring menyebutkan, bahwa sektor bantuan Pemerintah Pusat merupakan area paling rawan dikorupsi.
Oleh karenanya, Suryadi mengajak, masyarakat dan insan media untuk melapor jika di lapangan menemukan tindak pidana tersebut.
Demikian hal itu disampaikan Kajari Pandeglang Suryadi Sembiring saat ditemui usai acara HUT ke- 5 Porwan, di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (30/9/2026).
“Saya rasa sifatnya bantuan Pemerintah Pusat paling rawan,” katanya.
Namun demikian, Suryadi mengaku, sejauh ini pihaknya belum melihat adanya indikasi penyalahgunaan bantuan tersebut di Pandeglang, karena sejumlah program masih dalam tahap pelaksanaan dan adanya pemangkasan anggaran.
“Saat ini belum terlihat, karena pemangkasan anggaran juga dan baru akan pelaksanaan. Kita tunggu saja,” ujarnya.
Suryadi mengatakan, sebagai penegak hukum, Kejari Pandeglang sangat membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pemerintah dan insan pers.
“Selaku penegak hukum kami sangat membutuhkan kerja sama. Informasi lapangan yang kami peroleh dari teman-teman wartawan itu menjadi bahan pengumpulan data awal,” katanya.
Data awal tersebut, katanya, akan ditindaklanjuti melalui pendalaman dan pengamanan perkara tindak pidana korupsi.
“Kita masih melakukan pendalaman masih pengamanan perkara pidana korupsi. Tentunya teman-teman sudah tahu, pengecekan terhadap pengamanan perkara telah dilakukan Kejaksaan Pandeglang,” ucapnya.
Untuk penuntutan perkara pidana umum, kata Suryadi, pihaknya bekerja sama dengan penyidik Polres Pandeglang. Sementara untuk pidana khusus, pihaknya berkomitmen penuh memberantas korupsi.
“Kalau komitmen kita di pidana khusus tentunya kita komitmen terus pemberantasan tindak pidana korupsi. Pelaksanaannya tetap kita tindak lanjuti. Insyaallah dalam tahun ini ada produk yang kita lakukan. Mohon doanya,” ujarnya.
Suryadi mengatakan, Kejari membuka diri bagi masyarakat yang memiliki data dugaan korupsi untuk melapor.
“Kami sangat terbuka. Kami mohon bantuannya dari teman-teman media dan masyarakat, karena personel kami terbatas. Kalau memang ada data-data tersebut, kami sangat terbuka,” tandasnya.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis


















































