Tatu meyakini, madrasah akan menjadi fondasi utama bagi anak didik, karena akidah dan akhlaknya terbangun sejak dini.
“Walaupun anak itu cerdas jika pendidikan agamanya kurang maka kurang benteng untuk bekal kehidupannya,” tuturnya.
Tatu meminta agar pengurus FKKMS berkomunikasi secara intens dengan Pemkab, agar setiap program bisa terlaksana sesuai dengan harapan bersama.
“Kita komitmen untuk bangun Pendidikan bersama demi kemajuan daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua FKKMS Kabupaten Serang Erwin Mahrobi mengapresiasi rencana Pemkab Serang yang akan membantu madrasah untuk mendapatkan fasilitas yang layak.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak Kemenag untuk mendata sekolah,” ucapnya.
Erwin menyebutkan, jumlah madrasah swasta di Kabupaten Serang mencapai ratusan unit, dengan rincian Raudhatul Athfal sebanyak 197, Madrasah Ibrtidaiyah (MI) 138, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 200, dan Madrasah Aliyah (MA) 90.
Menurutnya, saat ini madrasah di Kabupaten Serang membutuhkan perhatian secara khusus dari Pemkab Serang.
“Kurang lebih 40 persen madrasah di sini membutuhkan perhatian,” ucapnya
Sedangkan, Kasubag Tata Usaha (TU) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang Wasid Aulawi mengatakan, anggaran di Kemenag Serang saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan madrasah.
“Kami membutuhkan sinergi dengan Pemkab Serang untuk membantu seluruh madrasah,” katanya. ***


















































