Kemudian, surat Muhammad ayat 19 yang artinya ‘Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal’.
Selain itu, kata Ustadz Khalid Basalamah, baginda Nabi Muhammad SAW juga telah meyakinkan tentang pentingnya membaca istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.
Sehari, lanjut Ustadz Khalid Basalamah, tidak kurang dari 70 kali Nabi SAW membaca istighfar. Sementara dalam riwayat yang lain, Nabi SAW tidak kurang dari 100 kali membaca istighfar dalam setiap harinya.
Para ulama salaf menjelaskan kedudukan istighfar. Dahulu, umat muslim memiliki dua pelindung dari azab atau siksaannya Allah SWT. Namun, kini salah satunya telah pergi, yaitu keberadaannya Rasullulah SAW.
Selama Nabi SAW masih hidup, umat Islam tinggal datang dan mengatakan mohon ampunkanlah kepada Allah untuk umat Islam. Akan tetapi, saat ini Nabi telah meninggal. Maka sudah hilang satu kesempatan untuk menghilangkan azab, gangguan, gempa, banjir, bencana, kesulitan, dan wabah seperti sekarang.



















































