Angga mengatakan bahwa, penyebab banjir diduga karena curah hujan yang tinggi yang terjadi sejak Selasa pagi.
“Curah hujan Selasa pagi itu cukup tinggi. Akibatnya, debit sungai Cihaer meluap dan mengakibatkan banjir,” ujarnya.
Angga menjelaskan, jika sekira pukul 20.00 WIB ketinggian air sudah mulai surut. Warga setempat, kata dia, sudah mulai ada yang beraktivitas dan beberapa ruas jalan yang sebelumnya terputus kini sudah bisa dilewati.
“Airnya sudah surut, sekitar 20 sentimeter dan akan segera kering. Wilayah ini memang daerah rawan banjir, tapi tidak pernah lama, karena hanya air tumpah,” ungkapnya.
Angga mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut. Semua masyarakat selamat, yang terjadi hanya dampak dari genangan saja.
“Koordinasi sudah kami lakukan, baik dengan masyarakat, aparat Pemerintah Desa, unsur Muspika dan sejumlah pegawai di lingkungan pemkab Pandeglang,” ujarnya.***



















































