“Pemerintah daerah terus berupaya untuk mencegah dan percepatan penurunan stunting. Pada tahun 2022, kita berhasil menurunkan angka stunting sebanyak 8,4 persen, dari 37 persen menjadi 29 persen,” ujarnya.
Dodi berharap, penurunan angka stunting ke depan lebih drastis lagi, jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sesuai dengan target dari Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat.
Ditemui di tempat yang sama, Pj Sekda Kabupaten Pandeglang Taufik Hidayat meyakinkan, pencegahan stunting di Kabupaten Pandeglang masih digalakan. Targetnya, ke depan tidak ada lagi warga Pandeglang yang mengalami stunting. [irp]
Kata Taufik, Pemkab akan terus melakukan sinergitas dan kolaborasi bersama lintas sektor, tentang bagaimana merancang rencana dan mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat.
“Berhasil dan tidaknya penanganan stunting ini tergantung kita semua, oleh sebab itu kerja sama lintas sektor menjadi penentu dalam menangani permasalahan stunting,” ujarnya.
Sedangkan terkait strategi, kata Taufik, jika pemenuhan gizi serta unsur lainnya sudah terpenuhi tidak akan ada masalah.
“Kita yakin permasalahan stunting di Kabupaten Pandeglang bisa terselasaikan, apabila upayanya telah dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.***


















































