Asesmen bagi dua ribu ASN di Kabupaten Serang
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan sambutan pada acara pembukaan asesmen bagi dua ribu ASN yang digelar, pada 11 Agustus hingga 15 Agustus 2025 lalu. (Foto: Istimewa)

SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Pemkab Serang melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah menggelar asesmen (pemberian pembelajaran) bagi dua ribu ASN selama sepekan, dari 11 Agustus hingga 15 Agustus 2025 lalu. Kegiatan ini tentunya sengaja digelar, bertujuan guna menggali potensi pegawai.

Kepala BKPSDM Kabupaten Serang Surtaman membenarkan, asesmen yang telah dilakukannya dalam rangka menggali potensi pegawai.

“Ibu Bupati akan tahu hasil asesmen, siapa yang potensinya sangat potensial, potensial, cukup potensial, atau kurang potensial. Sehingga dalam menduduki jabatan, orang-orang yang potensial, sangat potensial itu punya potensi atau punya kesempatan,” ujarnya.

Surtaman mengatakan, asesmen yang diikuti sebanyak dua ribu pegawai dan melibatkan Kantor Regional III BKN, dibagi dalam lima sesi. Per sesi diikuti oleh 400 orang pegawai.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Kepala Kantor Regional III BKN Wahyu, Staf Ahli Bupati Serang Rahmat Setiadi, dan Sekretaris BKPSDM.

Dalam kesempatan itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, asesmen merupakan komitmen Pemkab Serang mewujudkan birokrasi profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Ditambah, sebagai upaya pemetaan potensi dan kompetensi ASN yang akurat sebagai dasar dalam pengelolaan manajemen talenta, dan penerapan sistem merit secara berkelanjutan.
“Asesmen untuk mengidentifikasi talenta-talenta terbaik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang, menyusun strategi pengembangan karier berbasis kompetensi dan kinerja,” ujarnya usai membuka asesmen di Hotel Kanaya Serang, pada 11 Agustus 2025 lalu.

Bupati berpesan, agar menjadikan proses asesmen untuk menunjukkan kapasitas terbaik yang dimiliki, sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk terus belajar dan berkembang.

“Mari kita bersama membangun birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Karena keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia,” kata Zakiyah.

Menurutnya, asesmen juga bagian dari salah satu pencapaian program 100 kerja, tetang tata kelola pemerintahan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mendorong terciptanya sistem merit, sehingga nanti penempatannya adil, dan transparan.

“Maka dari itu dibutuhkan asesmen, sehingga peluang bagi ASN yang sudah lama bekerja untuk menduduki posisi tertentu, ada kesempatan. Nanti lebih terbuka, kita tahu dari hasil asesmen. Pengembangan karir supaya berbasis kompetensi dan kinerja, dan kita menginginkan mereka berorientasi dalam pelayanan publik,” ungkapnya.

Bupati Zakiyah memastikan, di era kepemimpinannya sebagai Bupati Serang tidak kan ada jual beli jabatan. Dia mengaku, sudah membuat surat edaran kepada seluruh ASN untuk tidak melakukan jual beli jabatan di Pemkab Serang.

“Untuk semua para ASN di Kabupaten Serang, jangan coba-coba melakukan hal yang tidak bermoral. Saya tegaskan lagi bahwa tidak ada jual beli jabatan. Tidak perlu dekati saya, atau pak wakil, tidak perlu dekati BKPSDM. Kita akan fokus pada hasil asesmen,” tandasnya.***

Penulis: RD Dikdik M
Editor: Abdul Azis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini