Kepala Bidang (Kabid) Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pandeglang Agus Suryana yang juga hadir sebagai pembicara menyatakan, dalam penanganan bencana harus dihidupkan kembali kebiasaan gotong royong.
“Masyarakat jangan trauma dan tidak panik,” ujar Agus.
Sampai hari ini, kata dia, info gempa yang masuk ke BPBD per detik.
Sementara Budi Prakoso, Pembina Yayasan Balaputra Salakanagara menyatakan, konsep penanggulangan bencana sudah disusun sejak beberapa tahun silam.
“Tinggal sekarang, mau atau tidak ?,” ujar Budi.
Seyogyanya, lanjut dia, program mitigasi harus jadi muatan lokal (Mulok) mulai dari tingkat PAUD sampai SLTA.
“Bicara kearifan lokal, kita coba pahami cerita nenek moyang dan mengenali tanda bahaya dari alam,” ungkapnya.
Hadir di acara itu, perwakilan Basarnas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, DPUPR, BAPPEDA, Kesbangpol, Dindikpora, serta sejumlah masyarakat dari delapan kecamatan di wilayah selatan. ***

















































