Namun, katanya, perlu penanganan optimal agar masyarakat terdampak bencana kekeringan dan krisis air bisa dibantu maksimal.
“Insyaallah setelah ini lancar, Pemkab bisa turun maksimal,” ujarnya.
Sementara, Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Serang Nanang Supriyatna mengatakan, tanggap darurat bencana ditetapkan agar proses penanggulangan kekeringan mampu dilakukan maksimal, termasuk dalam optimalisasi anggaran.[irp]
“BPBD sudah melakukan asesmen, nanti ada program, dan evaluasi yang dijalankan. Intinya, sesuai amanat Ibu Bupati kita harus segera turun, optimal, dan maksimal membantu masyarakat yang terkena bencana atau mengalami krisis air bersih,” katanya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bencana kekeringan di wilayah Indonesia yang terbagi dalam tiga kategori yakni Waspada, Siaga, dan Awas. Bahkan sembilan provinsi saat ini berstatus Awas, salah satunya Provinsi Banten.
BMKG menyebut dampak El Nino di Indonesia terasa kuat pada musim kemarau sejak Juli hingga awal September, hingga diprediksi bisa bertahan sampai Februari 2024. Di Kabupaten Serang, ada 35 desa di 9 kecamatan yang saat ini mengalami krisis air bersih.***



















































