tidak sepantasnya hal itu terjadi. Oleh karena, Pandeglang saat ini sangat membutuhkan bantuan keuangan dari Pemprov Banten untuk percepatan pembangunan. “Saya kecewa dengan kebijakan itu, kenapa harus alokasi ke Pandeglang yang terus dikurangi anggarannya, sementara daerah ini begitu sangat membutuhkan ketimbang kabupaten kota lain,” sesalnya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang Ilman menyatakan hal serupa. Dia mengaku keberatan dengan alokasi anggaran yang digelontorkan Pemprov Banten ke Kabupaten Pandeglang tahun ini. “Bagaimana bisa bantuan ke Pandeglang lebih kecil, padahal di Pandeglang banyak infrastruktur yang membutuhkan penanganan,” katanya.
Menurut Ilman, di wilayahnya tidak kurang dari sepuluh ruas jalan dan jembatan yang membutuhkan pembangunan. Seperti jembatan Kali Cimoyan, yang ada di Kampung Karang Tengah RT/RW 006/002, jalan poros desa jalur Kampung Tajur, Kampung Karang Tengah, Kampung Sindang Rahayu dan Kampung Tongkol sepanjang 6,6 kilometer.
“Bukan hanya itu, kami juga butuh pembuatan saluran irigasi yang saat ini masih mengandalkan air tadah hujan, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan pembangunan tanggul Kali Cilemer untuk antisipasi banjir,” katanya. ***


















































