Menurutnya, core value (prinsip dan nilai utama) dari UIN Mataram adalah cendekia, terbuka dan unggul. Sehingga siapapun punya kesempatan yang sama untuk belajar. “Ini juga sejalan dengan komitmen Gus Men yang terus-menerus memberikan atensi dan intensi tentang moderasi beragama. Kampus UIN harus menjadi agen moderasi beragama,” katanya. 

Ia menambahkan, nilai-nilai moderasi beragama ini tidak sekadar menjadi komitmen qauly (perkataan), tetapi juga menjadi komitmen fi’liy (laku social) serta komitmen manhajiy (pola pikir).

Di tempat terpisah, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kurikulum UIN Mataram Adi Fadli menyebutkan bahwa lembaganya secara spirit sudah sepakat membangun jembatan ilmu pengetahuan yang interdisipliner serta interaktif dengan segala wawasan keilmuan yang lain. “UIN Mataram sudah menjadi role model jembatan peradaban keilmuan interaktif dalam membangun interdisipliner keilmuan,” katanya. 

Adi mengatakan, adanya mahasiswa non-muslim pada wisuda UIN Mataram sebagai bukti citra Islam yang baik.

“Islam harus mampu menarik simpatik dari saudara-saudara kita yang non-muslim guna membangun interaksi keagamaan yang konstruktif dalam bingkai Pancasila dan NKRI. Wisudawati yang beragama Hindu tersebut mencitrakan ada daya simpatik spirit keagamaan dalam bingkai Pancasila dan NKRI,” jelasnya.

Semangat tersebut, lanjut Adi, sejalan dengan moderasi beragama yang dicanangkan oleh Kemenag RI guna membangun harmonisasi antarumat beragama maupun intern umat beragama. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini