Namun, dia mengingatkan, tiga hal terkait penanaman buah itu, di antaranya soal pemasaran.

“Ini penting, agar petani memperoleh harga layak. Tadi saya mendengar, pepaya itu diterima oleh tengkulak diangka Rp3 ribu per kilogram, padahal harga ke konsumen itu Rp12 ribu,” katanya.

Pandji meminta, guna menanggulangi harga yang murah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten agar membangun kerja sama dengan waralaba agar memasarkan hasil pertanian tersebut. [irp]

Caranya, lanjut dia, seperti dengan membuka outlet di halaman minimarket yang memenuhi standar estetika.

“Di situ kita tinggal bayar perkilo berapa disana, nanti ditunggu oleh petugas-petugas pemasaran di sini. Misalnya ada 200 Indomaret, maka ada 200 outlet. Ya minimal satu hari bisa terjual 50 kilo di satu outlet sudah bagus,” ucapnya.

Sementara Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Agus Siswanto mengatakan, bahwa lumbung pangan adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik pedesaan di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini