“Mangrove bagian yang cukup strategis dan besar dalam rangka penurunan emisi gas rumah kaca. Pak Presiden menegaskan betul bahwa menangani mangrove mengatasi emisi, dan perubahan iklim. Jadi kita semua akan terus berusaha menyukseskan program mangrove ini,” ujar Menteri LHK.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAl) Laksamana TNI Yudo Margono menyebutkan, Indonesia memiliki garis pantai yang panjang. Oleh karena itu, kata dia, penting untuk tetap menjaga kelestarian laut dengan segala kekayaan alam yang ada di dalamnya.
“Berulang kali Pak Presiden mengingatkan kita semua, bahwa laut adalah harapan. Laut adalah masa depan agar dapat menjadi sumber kehidupan dan kesejahteraan. Maka laut harus terjaga kelestarian lingkungan hidupnya, termasuk garis pantainya,” katanya.
Yudo Margono mengatakan, pihaknya bersama dengan masyarakat mengambil peran aktif untuk menjaga ekosistem laut dan pantai melalui restorasi mangrove. Dia menyebutkan, secara serentak di seluruh Indonesia akan ditanami sebanyak 1.000.377 bibit mangrove tersebar di 77 lokasi.
“Dengan menjaga ekosistem mangrove kita telah melakukan mitigasi bencana yang disebabkan perubahan iklim,” ungkapnya. ***


















































