“Selain harganya naik, stoknya juga terbatas, bahkan para nelayan sudah tidak melaut satu pekan akibat faktor cuaca,” ungkapnya.
Madrais, nelayan lainnya, menyebutkan, naiknya harga BBM jenis solar membuat perekonomian para nelayan semakin terpuruk.
“Untuk satu kali melaut minimal dibutuhkan 100 liter solar, sementara hasil tangkapan tidak menentu. Para nelayan cukup tersiksa dengan itu, apalagi ditambah dengan naiknya solar bersubsidi,” katanya.
Madrais berharap, pemerintah segera menganulir kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi sehingga para nelayan tradisional bisa kembali melaut.
“Kami berharap pemerintah menarik kembali kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi khususnya solar itu, agar kami bisa kembali melaut,” katanya.***
[custom-related-posts title=”Berita Terkait” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]


















































