
PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se- Kabupaten Pandeglang Tahun 2026, bertempat di Aula Horison Pandeglang, Kamis (24/9/2026).
Selain untuk mengasah kemampuan siswa, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan para tunas muda terhadap bahasa daerah.
Bukan hanya itu, melalui festival tersebut juga diharapkan dapat melahirkan tunas-tunas muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mencintai bahasa dan budayanya sendiri.
Diketahui, sedikitnya ada 198 siswa yang menjadi peserta, berasal dari perwakilan SMP Negeri dan Swasta dengan total 178 sekolah se-Kabupaten Pandeglang.
Festival Tunas Bahasa Ibu dibuka Asda III Setda Pandeglang Nandar Suptandar, disaksikan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Devyanti Asmalasari, Kepala Disdikpora Pandeglang Sutoto, para kepala sekolah, dewan juri, dan ratusan peserta.
Adapun cabang bahasa yang diperlombakan antara lain Puisi Bahasa Sunda, Carita Pondok, Dongeng, Pidato Berbahasa Sunda, serta Sajak Berbahasa Sunda.
Kepala Disdikpora Pandeglang Sutoto menyebutkan, jika Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan wadah pembinaan karakter dan kreativitas siswa.
“Melalui festival ini kita ingin melahirkan tunas-tunas muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga mencintai bahasa dan budayanya sendiri. Jadikan festival ini ajang pengembangan bakat para siswa-siswi,” katanya.
Sutoto menerangkan, jika Festival Tunas Bahasa Ibu tidak hanya dilombakan di tingkat kabupaten, tetapi juga tingkat provinsi. Para juara nantinya akan mewakili Pandeglang dilomba tingkat Provinsi Banten.
“Bagi siswa-siswi yang meraih juara, selanjutnya akan mewakili Pandeglang dalam Festival Tunas Bahasa Ibu kategori Bahasa Sunda di tingkat Provinsi Banten,” katanya.
Menurut Sutoto, panitia menyiapkan hadiah kepada para juara berupa piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa-siswi berprestasi.
“Kami berharap, semoga dengan festival ini, para siswa semakin termotivasi dalam mencintai bahasa sendiri,” katanya.
Sementara itu, Asda III Pemkab Pandeglang Nandar Suptandar dalam sambutannya mengapresiasi, terselenggaranya kegiatan tersebut, sebagai upaya pelestarian bahasa daerah.
“Festival Tunas Bahasa Ibu ini merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga generasi muda terhadap bahasa ibu, khususnya Bahasa Sunda sebagai jati diri dan warisan budaya bahasa Sunda Banten,” katanya.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis

















































