
SERANG,SOROSOWAN.CO.ID – Bagi warga Banten, khususnya masyarakat Kabupaten Serang tidak akan asing lagi dengan keberadaan Bendungan Pamarayan.
Oleh karena, selain sebagai tempat penyebarangan dan pengatur debit air ke sejumlah saluran irgasi, kawasan tersebut juga kini menjadi tempat ngabuburit dan liburan warga.
Khususnya warga sekitar dan warga perbatasan Kabupaten Lebak yang hendak melihat pemandangan indah tetapi tidak harus keluar uang banyak.
Selama Ramadan ini, kawasan Bendungan Pamarayan telah menjadi tempat favorit untuk ‘ngabuburit’ atau tempat menunggu datangnya waktu berbuka puasa.
Ropi (33), salah seorang pedagang gorengan asal Kecamatan Cikeusal mengatakan, hampir setiap akhir pekan Bendungan Pamarayan ramai pengunjung.
Mereka datang ke kawasan ini untuk melihat pemandangan dan menikmati sejumlah jajanan yang diperjualbelikan.
“Saya sudah 21 tahun berjualan di kawasan Bendungan Pamarayan. Keadaan di sini setiap bulannya berubah, selalu saja bertambah warga yang datangnya,” kata Ropi kepada SOSOROSWAN.CO.ID, Senin(18/4/2022)
Dia mengaku, berjualan di kawasan Bendungan Pamarayan selama Ramadan cukup menjanjikan. Di hari libur kerja atau sekolah, pendapatan atau omzet bisa mencapai Rp700 ribu sampai Rp800 ribu per hari.
Termasuk selama Ramadan ini, kata Ropi, capaian omzet menjual gorangan per harinya tidak kurang dari Rp500 ribu.
“Untuk mensiasati harga kebutuhan pokok mahal, ukuran gorengan yang dijual diperkecil dan saya jual seharga dua ribuan per satunya,” katanya.
Sementara itu Ridawan, pengunjung Bendungan Pamarayan sekaligus langganan gorengan pak Ropi, mengaku, senang berlibur di kawasan Bendungan Pamarayan.
“Saya langganan beli gorengan di sini, lumayan banyak buat buka puasa di rumah. Rasanya enak dan masih baru, kurang lengkap apabila buka puasa nggak pake gorengan,” katanya. ***


















































