
PANDEGLANG,SOROSOWAN.CO.ID – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), bertempat di Aula, Disdikpora Pandeglang, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini sengaja digelar, salah satunya untuk menekan angka putus sekolah yang terjadi di seluruh wilayah, di Kabupaten Pandeglang.
Namun, bimtek saat ini tentu baru difokuskan pada empat titik kecamatan, yang mencatatkan angka ATS cukup tinggi, yaitu Kecamatan Panimbang, Menes, Picung, dan Kecamatan Cigeulis.
Diketahui, langkah intervensi itu dilakukan secara kolaboratif bersama lintas sektor dan jajaran pemerintah daerah.
Kepala Bidang (Ksbid) Sekolah Dasar (SD) Disdikpora Kabupaten Pandeglang A. Rifai, menerangkan, bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang ilmu, seperti dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten, Bappeda Pandeglang, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pandeglang.
“Mengenai kegiatan ini, kami berkolaborasi antara Dinas Pendidikan, Korwil Pendidikan, operator sekolah dasar, serta jajaran pemerintah kecamatan seperti Camat, Kasi Kesos, hingga operator desa,” kata A. Rifai kepada sejumlah awak media.
Rifai mengatakan, dalam penanganan ATS, Disdikpora menetapkan target khusus dan menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya, di Kecamatan Panimbang yang ditargetkan mencapai zero alias nol angka putus sekolah.
“Untuk mewujudkan target tersebut, Disdikpora memetakan penanganan ATS berdasarkan basis data desil kesejahteraan,” katanya.
Kata Rifai, desil 1 dan 2, anak-anak akan didorong dan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah rakyat.
Kemudian, desil 3 hingga 5 menyiapkan skema pendampingan melalui program ayah sambung, ayah bantu, atau ayah angkat.
Sedangkan, untuk desil 6 dan 7, kata Rifai, tugasnya guna menjalin kerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan pondok pesantren salafiyah di wilayah setempat, agar anak-anak tetap bisa bersekolah.
“Melalui langkah strategis dan kolaborasi erat ini, kami berharap angka anak tidak sekolah di Kabupaten Pandeglang dapat turun secara signifikan,” harapnya.***
Penulis: Endang Yoga
Editor: Abdul Azis


















































